Saat
membicarakan tentang jurusan kuliah, tentunya pikiran kita sudah terbang jauh
di mana nanti kita akan bekerja, pekerjaan terbaik apa yang dihasilkan oleh
jurusan yang nantinya akan kita pilih. Memilih jurusan kuliah memang
susah-susah gampang dan kadang membingungkan. Pertama, kita harus tahu apa
kemampuan kita. Kita bisa mengetahui kemampuan kita dari nilai-nilai di sekolah
yang kita dapat dan prestasi yang kita raih. Kedua, kita harus tahu passion
kita di mana. Saat melakukan suatu hal dan kita menikmati hal tersebut sampai
lupa waktu dan ingin melakukannya terus-menerus, maka bisa jadi itulah passion
kita. Setelah menemukan dan menentukan kemampuan dan passion, barulah kita
sesuaikan dengan dana yang kita miliki untuk bisa mengambil jurusan yang kita
mau karena tidak sedikit jurusan tertentu yang mengharuskan untuk menyediakan
biaya tambahan untuk praktik, dan lain-lain. Kali ini, kita akan membahas
jurusan yang mungkin sudah tidak asing bagi semua orang yaitu jurusan
akuntansi.
Jurusan
akuntansi merupakan jurusan yang sering disalah artikan oleh banyak orang
karena mereka mengira di jurusan ini tidak ada hitung-hitungan dan mayoritas
hanya hafalan. Ternyata itu salah besar. Di jurusan akuntansi pada tahun
pertama, kita akan belajar tentang pengantar ilmu akuntansi di mana subjek ini
membahas tentang dasar-dasar akuntansi dan penghitungan sederhananya yang sudah
kita dapat sewaktu duduk di bangku SMA atau SMK. Selain itu, kita juga belajar
tentang mata kuliah umum, yaitu mata kuliah yang menjadi syarat dan harus
dilalui semua mahasiswa jurusan apa pun. Di tahun ini, kita juga akan belajar
tentang perpajakan, tentunya perpajakan dasar di mana kita akan belajar mencari
pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, pasal-pasal terkait perpajakan, dan
hal mendasar lainnya.
Baca Juga : 6 Universitas Terkenal di Indonesia
Di
tahun kedua, kita akan belajar sesuatu yang lebih sulit dan merupakan lanjutan
dari tahun pertama. Pandangan kita pada akuntansi akan mulai berubah dan
biasanya kita sudah mulai bisa beradaptasi dengan jurusan ini. Kita sudah bisa
mengetahui strategi belajar yang efektif, cara mengerjakan soal yang benar, dan
yang kita pelajari di tahun pertama terasa semakin jelas.
Hal
ini berlaku untuk tahun berikutnya dan seterusnya, di mana mata kuliah akan
semakin sulit dan kita harus siap bertahan dengan kondisi yang ada. Pada mata
kuliah akuntansi biaya, kita dituntut untuk benar-benar memperhatikan aa yang
dijelaskan oleh dosen karena jika satu kata terlewat, maka kita akan kesulitan
mengerjakan tugas. Akuntansi biaya terkenal sebagai mata kuliah yang sulit dan
rumit karena harus belajar tentang macam-macam biaya, pengelompokan beban,
biaya overhead, harga pokok penjualan, dan pengklasifikasian barang. Selain
itu, mata kuliah lain yang tidak kalah sulit adalah analisis laporan keuangan.
Setelah belajar bagaimana mengelompokkan biaya, beban, harga pokok penjualan,
biaya per unit, kita harus menganalisis laporan keuangan yang telah disediakan
mulai dari ROA, ROI, DER, ROCE, dan lain sebagainya. Jika kita tidak lulus pada
salah satu mata kuliah, maka kita akan kehilangan beberapa SKS, sehingga SKS
yang kita dapatkan akan terbatas di tahun berikutnya. Apalagi jika mata kuliah
yang tidak lulus adalah mata kuliah prasyarat, maka sudah dipastikan kita tidak
bisa mengambil mata kuliah berikutnya yang merupakan lanjutan dari mata kuliah
prasyarat.
Baca Juga : 7 Jurusan Keren untuk Buat Anak IPS
Kuliah di jurusan
akuntansi mngharuskan kita untuk terus dekat dengan teman, untuk belajar
bersama, mengerjakan tugas bersama meskipun bukan tugas kelompok karena di
dalam satu soal biasanya akan terdapat beberapa persepsi yang berbeda dan bisa
disatukan hanya dengan berdiskusi. Prospek kerja di jurusan akuntansi adalah
menjadi auditor, dosen, pengusaha karena di dalam akuntansi juga mempelajari
tentang mengelola sebuah usaha mulai dari anggaran, biaya produksi, manajemen
biaya, dan manajemen keuangan. Sudah mulai ada gambaran tentang jurursan
akuntansi?

